Praktik terbaik desain kode QR

Kode QR bermerek lebih sering dipindai daripada kode polos — selama ponsel masih bisa membacanya. Aturan berikut menjaga desain Anda tetap di sisi yang aman.

Utamakan kontras

Pemindai butuh pola gelap di atas latar terang. Targetkan rasio kontras minimal 4:1, dan hindari kode terbalik (terang di atas gelap) kecuali sudah diuji di banyak ponsel.

Logo: kecil dan di tengah

Logo menutupi sebagian kode. Koreksi kesalahan QR bisa memulihkan bagian yang hilang, tetapi ada batasnya: jaga logo di bawah sekitar 25% kode dan gunakan tingkat koreksi Q atau H.

Warna dan gradien

Warna merek aman jika cukup gelap. Gradien boleh jika kedua ujungnya gelap. Pola pastel, kuning, dan abu-abu muda paling sering gagal.

Tambahkan bingkai dan ajakan bertindak

Beri tahu orang alasan memindai: “Pindai untuk menu”, “Dapatkan diskon 10%”, “Sambung ke Wi-Fi kami”. Kode dengan ajakan yang jelas jauh lebih sering dipindai daripada kode polos.

Uji sebelum mencetak

Gunakan cek keamanan pindai, lalu pindai cetakan uji dengan iPhone dan Android pada ukuran dan jarak sebenarnya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bisakah kode QR berwarna apa saja?

Bisa, selama polanya jelas lebih gelap dari latarnya.

Apakah pola membulat atau titik bisa dipindai?

Bisa, ponsel modern membacanya dengan baik; jaga kotak sudut tetap jelas.

Apa itu skor keamanan pindai?

Pemeriksaan di editor yang memperingatkan kontras rendah, logo terlalu besar, dan risiko lain sebelum Anda mengunduh.