Cara membuat kode QR

Membuat kode QR butuh waktu kurang dari semenit. Membuat kode yang selalu terbaca, terlihat bagus, dan masih berfungsi setahun lagi butuh beberapa keputusan tambahan. Panduan ini membahas keduanya.

1. Tentukan: statis atau dinamis

Kode statis menyimpan isi di dalam pola. Berfungsi selamanya dan offline, tetapi tidak bisa diubah atau dilacak. Gunakan untuk Wi-Fi, kartu kontak, dan tautan yang tidak akan pernah berubah.

Kode dinamis menyimpan tautan pendek yang Anda kendalikan. Anda bisa mengubah tujuan setelah dicetak dan melihat setiap pemindaian. Gunakan untuk apa pun yang dicetak banyak atau dipakai untuk pemasaran.

2. Pilih jenisnya

Pilih apa yang terjadi saat dipindai: membuka situs web, terhubung ke Wi-Fi, menyimpan kontak, menampilkan menu, memutar video. Jenis yang tepat membuat orang mendapat persis yang mereka harapkan.

3. Tambahkan isi

Masukkan tautan, detail jaringan, atau teks. Buat singkat: isi lebih sedikit berarti pola lebih sederhana yang lebih cepat dipindai. Pada kode dinamis, pola tetap sederhana apa pun tujuannya.

4. Rancang

Pilih warna, gaya pola, bentuk sudut, logo, dan bingkai dengan ajakan bertindak seperti “Pindai untuk menu”. Buat kode gelap di atas latar terang dengan kontras kuat.

Perhatikan skor keamanan pindai: skor ini memperingatkan kontras rendah, logo terlalu besar, dan margin kurang sebelum Anda mencetak.

5. Uji dan cetak

Pindai kode dengan minimal dua ponsel, satu iPhone dan satu Android, dari jarak yang akan dipakai orang. Unduh SVG atau PDF untuk cetak agar tetap tajam di ukuran apa pun.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah membuat kode QR gratis?

Ya. Di QR ALTRIX semua fitur gratis, termasuk kode dinamis dan analitik.

Apakah perlu akun?

Tidak untuk kode statis. Kode dinamis memerlukan akun gratis agar bisa diubah dan dilacak.

Format file apa yang sebaiknya diunduh?

PNG untuk layar dan dokumen; SVG, PDF, atau EPS untuk percetakan profesional.